Home » Press » Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Menlu RI Dari Universitas Kamboja


02 Jun 2010 06:00
Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Menlu RI Dari Universitas Kamboja

Sejak dibentuk pada tahun 1967, ASEAN senantiasa beradaptasi dengan perkembangan situasi global secara positif. Demikian ditegaskan oleh Menlu RI dalam orasi ilmiahnya ketika menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari University of Cambodia di Phnom Penh pada 2 Juni 2010. Menlu RI juga menegaskan bahwa adanya komitmen transformasi ASEAN untuk membentuk Komunitas ASEAN 2015 telah mendorong masing-masing negara anggotanya bertransformasi secara positif. Lebih lanjut Menlu RI mengemukakan bagaimana transformasi di Indonesia sejak era reformasi mencerminkan perubahan positif dalam ASEAN.

Gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang Hubungan Internasional diberikan kepada Menlu RI sebagai pengakuan atas kiprah Menlu RI di bidang hubungan internasional. Sebagai diplomat yang telah berkecimpung di berbagai fora nasional dan internasional, Menlu RI dipandang sebagai salah seorang tokoh terkemuka di kawasan dan berperan penting khususnya dengan pengalaman Menlu RI terkait ASEAN. Pada acara tersebut, Menlu RI berkesempatan memberikan keynote address bertema "ASEAN and the Evolving Regional Architecture" sebagai bagian dari program Kuliah Umum Tokoh-Tokoh Asia.

Suasana di University of Cambodia semakin terasa akrab dan penuh antusiasme ketika Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa tersebut. Bertempat di Conference Center University of Cambodia, Menlu RI tampak sangat mengesankan ketika menerima gelar tersebut langsung dari Presiden University of Cambodia, Dr. Kao Kim Hourn, yang juga merupakan Secretary of State Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja.

Lebih lanjut dalam paparannya, Menlu RI mengemukakan berbagai tantangan yang dihadapi ASEAN di level regional maupun global dan yang terpenting, tugas utama di dalam ASEAN itu sendiri yaitu memperkuat ASEAN sebagai komunitas. Pada akhir paparannya, Menlu RI menegaskan bahwa dengan segala dinamika dan tantangannya, "ASEAN is all about people".

Paparan Menlu RI berhasil menyedot antusiasme para undangan yang terdiri dari pejabat tinggi Kemlu Kamboja, Kementerian Pendidikan Kamboja, Kementerian Budaya dan Seni Kamboja, kalangan diplomatik di Phnom Penh serta Civitas Akademika University of Cambodia tersebut. Bahkan pada sesi tanya jawab, diantara para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan terdapat seorang biksu yang menanyakan mengenai peranan ASEAN dalam penanganan konflik Kamboja-Thailand.
University of Cambodia merupakan salah satu universitas swasta terkemuka di Kamboja. Program kuliah umum oleh para tokoh terkemuka Asia ini merupakan program rutin University of Cambodia, dengan beberapa tokoh yang pernah diundang dalam forum tersebut antara lain Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, penerima nobel Professor Françoise Barré-Sinoussi, sutradara ternama Oliver Stone dan aktor Jackie Chan. Saat ini University of Cambodia juga telah memiliki kesepakatan kerjasama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia.