Home » Press » Kerajaan Kamboja Antusias Sambut Kedatangan Turis Serta Pengusaha Indonesia ke Kamboja Melalui Penerbangan Perdana Maskapai Indonesia


23 Jun 2010 06:00
Kerajaan Kamboja Antusias Sambut Kedatangan Turis Serta Pengusaha Indonesia ke Kamboja Melalui Penerbangan Perdana Maskapai Indonesia

Apresiasi dan antusiasme Menteri Luar Negeri Kamboja H. E. HOR Namhong serta jajaran pejabat kementerian luar negeri Kamboja tergambar pada saat Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja Soehardjono Sastromihardjomenyampaikan bahwa salah satu maskapai Indonesia akan memulai penerbangan perdana jalur Jakarta - Phnom Penh via Singapura pada akhir Juli 2010, sementara tiket penerbangan jalur tersebut untuk bulan Oktober hingga Desember 2010 diperkirakan telah fully-booked.

Hal tersebut dikemukakan Dubes RI pada kesempatan kunjungan kehormatan kepada Menlu Kamboja pada 23 Juni 2010 bertempat di kantor Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja di Phnom Penh. Untuk itu, Menlu Kamboja menyatakan siap memfasilitasi kelancaran proses pembukaan jalur penerbangan tersebut. Sebagai kelanjutannya, Menlu HOR Namhong menyatakan harapannya agar dapat segera dibuka jalur penerbangan langsung dari Siem Reap ke berbagai daerah wisata Indonesia, seperti Bali dan Jawa Tengah.  Menurut Dubes RI, hal ini sangat relevan mengingat bahwa pada tanggal 15 Juni 2010 Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Siem Reap baru saja menandatangani Plan of Action sebagai follow-up dari MoU on Sister Temple Cooperation antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Siem Reap.

Lebih lanjut, Dubes RI mengemukakan bahwa saat ini baik Kedutaan Besar RI di Phnom Penh maupun Kedubes Kamboja di Jakarta banyak menerima pertanyaan mengenai pemberlakuan bebas visa kunjungan wisata kedua negara, menyusul penandatanganan Kesepakatan Bebas Visa Kunjungan Wisata oleh Menteri Luar Negeri kedua negara pada tanggal 2 Juni lalu. Kedua pihak menyatakan optimistis bahwa pemberlakuan bebas visa kunjungan wisata dan penerbangan Indonesia-Kamboja oleh maskapai Indonesia akan mendorong peningkatan saling kunjung wisatawan, pebisnis serta people-to-people contact kedua negara.

Menlu Kerajaan Kamboja kembali mengungkapkan keinginan Kamboja untuk meningkatkan kerjasama di bidang pengolahan padi. Dikatakannya bahwa pada tahun 2010, surplus padi Kamboja diperkirakan sebesar 3,5 juta ton untuk diekspor dalam bentuk gabah karena Kamboja masih memiliki keterbatasan dalam teknologi pengolahan padi. Untuk itu, Kamboja sedang menjajaki kemungkinan pembelian alat pengolah beras (rice mills) dan mesin pertanian dari Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan tahun ini juga.